Tergadai Keputusan Pusat

Posted: Juli 21, 2015 in tulisanku di media

Jelang lebih kurang 1 bulan masa pendaftaran calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di KPU Provinsi, Kabupaten/Kota pada 26-28 Juli 2015 mendatang, semua pihak tak ada yang berani memastikan apakah ia akan ikut serta atau tidak dalam Pilkada 2015 mendatang.
Ketidakberanian itu lantaran belum ada satupun pasangan calon, khususnya calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan yang telah mengantongi Keputusan Partai Politik pengusung mereka.
Sebagaimana diketahui, Pasal 40 UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota (baca : UU Pilkada), mensyaratkan parpol yang dapat mengusung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah parpol yang memiliki sekurang-kurangnya 20% (dua pulun persen) dari jumlah kursi DPRD atau sekurang-kurangnya memiliki 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu dan hanya berlaku bagi parpol yang memiliki kursi di DPRD.

Tergadai Pusat

Selain besaran prosentase persyaratan untuk menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang semakin besar dibanding ketentuan dalam UU No.32 Tahun 2004 lalu, kesulitan lain yang dihadapi para calon yang hendak berlaga dalam Pilkada mendatang ialah persyaratan untuk mendapatkan keputusan pencalonan dari partai politik yang tak hanya harus dilakukan oleh ketua dan sekretaris parpol di daerah, melainkan harus pula melampirkan keputusan pengurus parpol di tingkat pusat.
Dalam kasus seperti ini, seorang calon Bupati misalnya tak cukup hanya diusulkan oleh pengurus parpol di kabupatennya, melainkan harus pula meminta persetujuan pengurus parpol di tingkat provinsi dan pusat. Hal yang sama juga dilakukan para calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
Cara seperti ini bukan hanya membebani para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk berburu keputusan parpol dari berbagai tingkatan itu. Pada ranah parpol sendiri, perbedaan kehendadk antara pengurus parpol di tingkat daerah dan pusat adalah hal yang kerap tak dapat dihindari.
Kehendak untuk mensentralisasi kewenangan sebagaimana keputusan untuk mencalonkan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam ketentuan Pasal 42 UU No.8 Tahun 2015 tersebut, sesungguhnya dapat dimaknai sebagai bagian dari “perampasan” otonomi politik di daerah. Hal ini merupakan langkah mundur dalam praktek desentralisasi politik di tanah air. Sebab dalam berbagai UU yang mengatur tentang Pilkada sebelumnya, ketentuan seperti ini tak pernah dimunculkan. Hal demikian hanya menjadi bagian dari praktek di internal parpol pada masa lalu.
Seorang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah mestinya mengenal dan dikenal oleh masyarakat dan daerah tempat ia hendak mengabdikan diri sebagai pemimpin daerah. Untuk mengukur sejauhmana pengenalan dan keterkenalan yang bersangkutan, parpol di tingkat daerah mestinya lebih tahu calon mana yang layak untuk diusung. Ketentuan yang mewajibkan adanya keputusan pengurus parpol tingkat pusat dalam bentuk persetujuan pencalonan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah diatas, berpotensi mengamputasi kehendak dan aspirasi parpol di daerah untuk mengusung calon tertentu.
Pada pihak lain, kehendak parpol di tingkat pusat dapat menghegemoni keputusan pencalonan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di seantero republik yang akan melaksanakan 269 Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota pada Desember 2015 ini. Inilah sebabnya, mengapa konflik kepengurusan di tingkat Pusat yang terjadi di Partai Golkar dan PPP akan sangat mempengaruhi sukses tidaknya proses Pilkada 2015 ini.
Sebab bagaimana mungkin, para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dapat mendaftarakan diri ke KPU di daerahnya masing-masing, jika mereka tak mengantongi keputusan pengurus parpol di tingkat pusat. Kepengurusan parpol yang sampai saat ini masih beradu klaim “legitimasi yuridis” nya masing-masing. Selamat berkelana mencari parpol para kandidat semua. Wallahu’alam.

Bpost, 24 Juni 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s