Pesimis E-KTP Sesuai Target

Posted: November 17, 2011 in komentar di media

BANJARMASIN – Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri menargetkan pada November 2012, penduduk di Indonesia sudah memiliki E-KTP. Target tersebut pun dibebankan kepada Kalsel. Namun banyak kalangan pesimis program tersebut bakal rampung sesuai target.
Salah satu yang menunjukkan pesimismenya adalah Anggota Komite I DPD RI Adhariani. Dalam jumpa pers tentang Evaluasi Program E-KTP di Kalsel, senator perwakilan Kalsel ini membeberkan beberapa permasalahan yang membuat dirinya pesimis program tersebut akan selesai sesuai target.
“Kita diberi mandat mengawasi E-KTP di Kalsel. Berdasarkan data yang kami olah, banyak sekali permasalahan yang terjadi di lapangan. Saya pun pesimis target dari Kementerian Dalam Negeri akan terpenuhi yakni pada akhir 2012 program ini akan selesai,” ungkap Adhariani kepada wartawan, kemarin.
Di Kalsel sendiri ada 5 kabupaten/kota yang berkesempatan menjalankan program ini terlebih dahulu. Kelimanya adalah Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Tanah Bumbu.
Diterangkan Adhariani, evaluasi E-KTP yang dilakukannya di Kalsel melibatkan dua staf ahli yakni pengamat hukum dan kebijakan publik Rifqinizamy Karsayudha dan pengamat pemerintahan Taufik Arbain. Hasil dari evaluasi di lapangan menyebutkan berbagai kendala masih dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut.
Kendala dimaksud,  antara lain tidak maksimalnya alat yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui konsorsium. Sedianya, satu kecamatan memiliki dua alat untuk foto dan lainnya, kenyataannya ada beberapa kecamatan yang hanya memiliki satu alat.
Kesadaran masyarakat terutama di perkotaan yang rendah untuk datang mengurus E-KTP di kantor kecamatan juga menjadi kendala tersendiri. Ada beberapa daerah yang tercatat hanya 10 persen warganya yang sudah mengurus E-KTP.
Kondisi geografis sebagian daerah Kalsel terutama Kotabaru yang terdiri dari pulau-pulau kecil juga menjadi masalah tersendiri. “Belum lagi masalah genset yang sering error. Saya yakin target tidak akan terlaksana. Camat banyak yang minta penambahan waktu dan dana karena ada honor pejabat dan pegawai yang harus pakai sistem kerja shift yang belum dianggarkan,” ujar Adhariani.
Sementara itu, Taufik Arbain menjelaskan ada beberapa kabupaten/kota yang sudah diteliti oleh pihaknya. Fakta yang terjadi di lapangan memang untuk daerah perkotaan capaian target masih rendah.
Sedangkan untuk daerah pinggiran seperti di Kecamatan Cempaka Banjarbaru justru pencapaian E-KTPnya tinggi.
“Disana katanya warga sekitar memang dikoordinir oleh pembakal. Sebuah mobil pick up sengaja disewa pembakal untuk mengangkut warganya ke kantor kecamatan, makanya pencapaiannya cukup tinggi,” terang Taufik.
Rifqinizamy Karsayudha menilai, melesetnya target Kementerian Dalam Negeri terjadi lantaran mereka tak memahami kondisi setiap daerah secara riil. “Kemendagri tidak melihat soal letak geografis terutama di Kotabaru yang terdiri dari pulau-pulau kecil, ini tentu logika yang salah dari pemerintah pusat bagaimana memandang daerah,” ucapnya. (tas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s