Rudy Pilih Kerja di Rumah

Posted: Oktober 1, 2010 in komentar di media

BANJARMASIN – Sejak diumumkan ke publik, Selasa (28/9), Gubernur Kalsel Rudy Ariffin belum menerima surat pemberitahuan penetapan dirinya sebagai tersangka  kasus dugaan korupsi pengalihan lahan eks Pabrik Kertas Martapura (PKM).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Muchlis Gafuri pun menegaskan secara institusi, pemprov juga belum menerima surat dari Kejaksaan Agung (Kejagung) itu. Padahal, sejak Senin (27/9), tim Kejagung yang menangani kasus itu, berada di Banjarmasin.

“Sampai sekarang (kemarin) belum ada surat yang masuk ke kami. Pokoknya belum ada apa-apa,” ujar Muchlis , Kamis (30/9). Muchlis menegaskan, meski berstatus tersangka, atasannya belum tentu bersalah.
“Saya kira, yang dilakukannya saat itu (sebagai bupati Banjar) sesuai dengan ukuran dan aturan hukum yang ada. Mungkin itu yang akan dijelaskan Pak Rudy jika dimintai keterangan,” ujarnya.

Apakah Rudy menjadi korban kebijakan? Muchlis menyangkalnya. Dia mengatakan Rudy adalah korban perbedaan penafsiran terhadap aturan yang dibuatnya saat menjabat bupati Banjar.

“Masak ada orang yang melakukan kesalahan ingin diketahui orang lain? Hanya orang bodoh yang seperti itu,” katanya.

Kemarin, berdasar pantauan koran ini, Rudy Ariffin tidak ke kantor gubernur. Dia diwakili Wakil Gubernur Rudy Resnawan dalam acara yang digelar Telkomsel di Banjarbaru.

Berdasar agenda kegiatan di protokol Pemprov Kalsel, selama beberapa hari ke depan, dia hanya mengikuti sejumlah kegiatan di Banua.

Hanya saja, pekan depan, Rudy direncanakan menghadiri halalbihalal yang digelar Kerukunan Warga Kalimantan Selatan (KWKS) se-Jabodetabek di Jakarta.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Humas Pemprov Kalsel, Hermansyah mengatakan Rudy Ariffin tetap menjalankan tugas rutin dengan berkantor di kediaman dinas.         “Hari ini (kemarin) gubernur bertugas di kediaman seperti hari-hari sebelumnya. Memang tidak ada kegiatan yang harus dihadiri,” ujarnya.

Pekerjaan yang diselesaikan Rudy Ariffin bersifat administrasi seperti menandatangani surat.

“Soal acara Telkomsel memang didelegasikan ke wakil gubernur. Kebetulan pelaksanaannya di Banjarbaru dan wakil gubernur juga  tinggal di Banjarbaru,” ujarnya.

Bagaimana kondisi kesehatan Bapak? Hermansyah menegaskan ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalsel itu dalam kondisi sehat sehingga semua aktivitas dijalani seperti biasa.

Terlalu Dini

Terkait dengan status Rudy Ariffin, berembus spekulasi tentang kemungkinan naiknya Rudy Resnawan sebagai penggantinya jika dia menjalani proses hukum.

Spekulasi ini dinilai Dosen Fakultas Hukum Unlam, M Rifqinizamy Karsayuda sebagai hal yang terlalu dini.

Dikatakannya, berdasar UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah terdapat dua istilah pemberhentian yakni tetap dan sementara.

Untuk bisa diberhentikan secara tetap, harus telah dinyatakan melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman minimal lima tahun.

“Itu didasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” ucapnya.

Untuk pemberhentian sementara bisa dilakukan presiden dengan dua pertimbangan. Pertama, sudah dinyatakan melakukan tindak pidana kejahatan dengan ancaman hukuman minimal lima tahun berdasar putusan pengadilan.

Kedua, didakwa melakukan tindak pidana korupsi, tindak terorisme, makar atau tindak pidana terhadap keamanan negara.

Lantas apa implikasinya? Jika diberhentikan sementara, maka wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan kewajibannya sampai ada putusan pengadilan dengan kekuatan hukum tetap.

“Jika diberhentikan tetap, maka wakil kepala daerah menjadi kepala daerah setelah ditetapkan melalui paripurna DPRD setempat,” ujar Rifqi.  (coi/ll/ais)

Banjarmasin Post, 01 Oktober 2010, halaman 1 dan 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s