In Memorium Abah Kami…..

Posted: Desember 15, 2009 in Tentangku

Muhammad Karsayuda, begitulah nama yang diberikan pasangan suami-istri Buseri dan Hj.Sundiyah kepada anak keempat mereka yang berkelamin laki-laki itu. Nama itu konon diberikan kepadanya untuk mengenang keturunan mereka terdahulu bernama Yudhakarsa, tokoh di daerah mahang (kini masuk wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah) yang dikenal kharismatik, tangguh dan getol melawan penjajah di masanya.

Diniatkan atau tidak, Karsayuda yang lahir di kampung Mahang, 05 Agustus 1954 dikenal sebagai sosok pejuang, setidaknya di mata anak, istri dan rekan sepergaulannya. Karsayuda yang anak petani dengan kadar ekonomi pas-pasan itu berjuang meraih pendidikan dari sekolah dasar, madrasah muallimin, pesantrean Ibnu Amin Pamangkih hingga ke perguruan tinggi di IAIN Antasari pada tahun 70-an, sampai meraih gelar sarjana. Sesuatu yang sangat langka diantara kerabat, bahkan rekan-rekan sekampungnya masa itu.

Perjuangan Karsayuda tak berhenti disitu. Sejak diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kerapatan Qadhi (Sekarang disebut Pengadilan Agama) Barabai tahun 1979. Ia tak pernah berhenti berjuang di dalam dan di luar medan pekerjaannya.  Selain sebagai pegawai di lingkungan Peradilan Agama dengan berbagai jabatan yang ia emban, seperti Hakim Pengadilan Agama Barabai, Wakil Ketua Pengadilan Agama Barabai, Ketua Pengadilan Agama Pontianak hingga menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Agama Kalbar, Kalsel dan Kaltim. Karsayuda terus berjuang layaknya pendahulunya Yudhakarsa di berbagai bidang.

Ia aktif di lapangan pendidikan, sosial, budaya, keagamaan bahkan politik. Karsayuda pernah menjadi Direktur Akademi Manajemen Koperasi Barabai, Ketua Ikatan Hakim Indonesia di Kalbar, Ketua dan Sekretaris MUI di Kalbar dan Kalsel, Ketua KNPI, Sekretaris Umum DPD II Golkar HST bahkan pernah menjadi anggota DPRD HST dan Calon Bupati di daerah tersebut.

Hingga suatu hari pada 24 oktober 2007, tepat 2 hari sebelum ia menikahkan putra sulungnya Rifqi, Ia terkena prostat ganas. Penyakit itu belakangan dideteksi bukan penyakit biasa, melainkan kanker prostat stadium IV. Sejak saat itu, kondisi kesehatannya terus memburuk. Tak kurang dari 12 kali rawat inap di berbagai rumah sakit dan 4 kali operasi ia jalani dengan penanganan tenaga ahli, namun perjuangan dari suami Hj.Rusdiniyah Syamsuddin itu harus berakhir pada hari Jumat 02 Oktober 2009 M/14 Syawwal 1430 H, pukul 20.07 WITA di Paviliun Aster RSUD Ulin Banjarmasin.

Ayah dari M.Rifqinizamy Karsayuda dan Widya Ais Sahla Karsa, Kakek dari Muhammad Alfath Alfaroby, serta mertua dari Gusti Anisa Wulandari itu pergi dengan senyum mengembang di wajahnya. Ia dikenang oleh banyak orang, bukan hanya oleh istri, anak, menantu dan cucu, serta kerabatnya. Banyak ucapan bela sungkawa mengalir ke keluarga almarhum, termasuk dari berbagai tokoh dan koleganya.

Muhammad Karsayuda hanya diberikan kesempatan 55 tahun menyatu dengan dunia, tempat ia hidup, mengabdi dan berjuang untuk sesuatu kebaikan yang selalu ia yakini dan ia ajarkan pada kedua anaknya. Namun jejak dan nilai-nilai perjuangannya akan tetap hidup tanpa batas, sepanjang anak, cucu, keturunan dan orang-orang yang meyakininya meneruskan keinginannya untuk menghadirkan kehidupan yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin manusia.

Komentar
  1. wajidi mengatakan:

    Sungguh menyentuh…aku jadi teringat kedua orangtuaku di Pagat Kec. Batu Benawa. Abahku hanyalah seorang guru SD dan mamaku seorang petani tulen, namun dengan pengorbanan dan ketabahan beliau, keempat anaknya berpendidikan S1 dan bekerja semua (PNS). Kepada abah mamaku yang kini renta, dari jauh anaknda selalu memanjatkan doa: rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani saghira…

  2. edi mengatakan:

    Ada satu hal petuah Ka Uda nang sampai wayah ini aku selalu ingat “NANG BAIK TU WI AE, MANJAWAB APAPUN TUDUHAN” adalah dengan “PERBUATAN”…
    dipadahakan urang MALING, dijawab dengan tiap hari ada di Masjid terus, malam ada haja dirumah..mun malam hilang terus, biar kada mancuntan ha, apsti dicurugai urang….From Mr. Syarkawi (laki Acil Yabi) Tenggarong Kaltim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s