Pilah Pilih Rektor Unlam

Posted: Mei 3, 2009 in tulisanku di media

Waktu menjelang pemilihan rektor Unlam hanya tinggal belasan hari lagi. Tanggal 18 Mei 2009 adalah waktu yang ditetapkan Senat Unlam untuk memilih pucuk pimpinan di universitas tertua di Kalimantan ini.

Pemilihan rektor Unlam kali ini memiliki arti penting dalam banyak hal, terutama untuk mengangkat kembali nama besar Unlam dalam peta perguruan tinggi di tingkat nasional. Tahun lalu, Unlam mendapatkan akreditasi C, sebuah penilaian yang cukup mengkhawatirkan untuk sebuah perguruan tinggi seusia Unlam. Dengan peringkat akreditasi seperti itu, citra Unlam saat ini sedang berada pada titik nadir.

Rektor Reformis

Untuk mengangkat citra Unlam ke posisi yang lebih baik diperlukan cara-cara yang luar biasa. Untuk melakukan cara-cara yang luar biasa itu, diperlukan pemimpin yang luar biasa pula. Detik ini, Unlam memerlukan rektor yang reformis. Rektor yang siap memutuskan mata rantai dengan pelbagai budaya dalam birokrasi Unlam yang masih jumud kemajuan, sekaligus figur yang memiliki visi yang jelas untuk menghantarkan Unlam sebagai universitas terbaik, minimal di kawasan timur Indonesia.

Dalam konteks itu, siapapun yang akan memimpin Unlam setidaknya memiliki kreteria-kreteria berikut :

Pertama : Seorang rektor sebagai pemimpin entitas akademik haruslah memiliki sikap yang pro-akademik. Rektor Unlam kedepan harus jeli memetakan seluruh potensi akademik di Unlam, terutama di level dosen dan mahasiswanya. Di level dosen misalnya, harus dilakukan akselerasi peningkatan jenjang studi dosen, hingga sebagian besar bergelar Doktor (S3). Akselerasi demikian hanya dapat dilakukan oleh rektor yang kreatif menciptakan program dan peluang untuk menyekolahkan staf pengajarnya. Akselerasi tak pernah dapat dicapai, jika program yang dijalankan masih bersifat pasif dan menempuh cara-cara konvensional.

Kedua : Rektor Unlam kedepan mestilah seorang yang berintegritas. Untuk membangkitkan kembali Unlam diperlukan pengorbanan waktu, tenaga dan fikiran yang tak sedikit. Integritas diperlukan, agar rektor kedepan bukan merupakan perpanjangan tangan dari kelompok tertentu untuk mencapai kepentingannya. Rektor Unlam kedepan adalah perpanjangan tangan seluruh stakeholders Unlam untuk kemajuan universitas yang didirikan oleh para pejuang Banua di masa lalu. Integritas pula yang mampu menghadirkan rektor Unlam kedepan sebagai seseorang yang bersifat inklusif dan siap berdiri di atas semua golongan dan kepentingan yang ada.

Ketiga : Moralitas menjadi kreteria yang tak kalah penting bagi rektor Unlam kedepan. Dengan moralitas, seorang rektor akan memiliki kemampuan untuk tidak melakukan penyimpangan (corruption), sekaligus mampu membersihkan birokrasi kampus secara keseluruhan. Dengan modal moralitas, rektor kedepan diharapkan mampu untuk bersikap akuntabel, transparan dan responsif dalam perencanaan dan pelaksanaan pelbagai program kampus.

Keempat : Sebagai konsekwensi dari lahirnya UU tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) diperlukan pemimpin universitas yang berwawasan kewirausahaan. Rektor Unlam kedepan, tak dapat menghindar dari tugas penting untuk mewirausahakan pelbagai aspek di Unlam, tanpa harus mengorbankan kualitas dan hak-hak masyarakat, termasuk kaum miskin untuk berstudi di Kampus ini. Rektor kedepan harus jeli membaca peluang untuk mewirausahakan potensi kampus, baik potensi akademik, maupun non-akademiknya.

Kelima : Rektor Unlam yang akan lahir dari Pilrektor 2009 ini juga diharapkan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik di dalam, maupun di luar kampus. Jika berharap Unlam menjadi universitas yang maju, maka kemampuan untuk membuka jaringan yang seluas-luasnya adalah hal yang tak dapat dinafikkan. Untuk membuka berbagai jejaring, mulai dari tingkat lokal, nasional sampai internasional diperlukan seorang rektor yang jeli memetakan relasi, sekaligus memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam membangun komunikasi. Sebab rektor Unlam, bukan dihajatkan untuk menjadi raja di kampus Unlam semata, namun harus menjadi simbol Unlam di ranah lokal, nasional dan internasional.

Pilah, baru Pilih

Kelima kreteria itu akan diproses melalui dua tahap, penjaringan oleh perwakilan dosen dan mahasiswa dan pemberian pertimbangan oleh senat universitas sebelum diserahkan kepada Menteri Diknas untuk dipilih satu orang diantara para calon yang ada sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Diknas Nomor 67 tahun 2008.

Dalam tahapan itu, proses penjaringan yang melibatkan perwakilan dosen dan mahasiswa adalah satu-satunya saluran aspirasi publik kampus dalam Pilrektor ini. Kendati tidak diatur dalam Permendiknas No.67/2008 dan tidak mengikat secara hukum, hasil penjaringan oleh kalangan dosen dan mahasiswa itu diharapkan dapat dilakukan secara optimal.

Agak disayangkan memang, sebab tidak semua dosen dan mahasiswa diberikan hak menjaring siapa calon rektor yang mereka kehendaki. Terlebih sampai detik ini, hingar bingar Pilrektor Unlam belum diserap seluruh elemen di Unlam. Dari survey internal yang kami lakukan, masih terdapat hampir 78% dosen Unlam yang belum mengetahui kapan dan apa tahapan yang akan berlangsung dalam Pilrektor 18 Mei mendatang. Wacana Pilrektor 2009 masih berada di ruang elit, khususnya senat universitas.

Jika tidak segera disosialisasikan, bisa jadi dosen dan mahasiswa yang diberikan hak untuk menjaring tidak tahu siapa calon rektornya. Dan jika itu terjadi, dapat dipastikan hasil penjaringan tidak akan menghasilkan sesuatu yang berarti.

Diluar prooses penjaringan, publik kampus sesungguhnya masih memiliki waktu untuk “mencari” siapa calon rektor yang layak memimpin universitas ini. Perhelatan bedah vis-misi yang terbuka misalnya bisa dijadikan salah satu referensi, selain terus memberikan info kepada senat universitas perihal track record si calon rektor di masa lalunya.

Masyarakat Unlam detik ini sudah mulai harus memilah calon rektor yang tidak cacat moral, integritas dan komitmennya pada kemajuan Unlam, sekaligus calon rektor yang memiliki jejak rekam yang pro-akademik dan baik dalam membangun komunikasi internal dan eksternal. Pilahan masyarakat Unlam adalah modal Pilihan Senat universitas. Semoga kita tak salah Pilah dan Pilih! Ahlan Wa sahlan Pemimpin baru Unlam.

Diterbitkan oleh radar Banjarmasin, 04 Mei 2009

Komentar
  1. […] Wacana Pilrektor telah dihembuskan oleh beberapa blogger.  Karsayuda berkata, “Pemilihan rektor Unlam kali ini memiliki arti penting dalam banyak hal, terutama untuk mengangkat kembali nama besar Unlam dalam peta perguruan tinggi di tingkat nasional. Tahun lalu, Unlam mendapatkan akreditasi C, sebuah penilaian yang cukup mengkhawatirkan untuk sebuah perguruan tinggi seusia Unlam. Dengan peringkat akreditasi seperti itu, citra Unlam saat ini sedang berada pada titik nadir. Selengkapnya, baca di blognya. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s