Hak Cipta dan Internet :Tinjauan terhadap Regulasinya di Malaysia

Posted: April 22, 2008 in makalah/perjamuan ilmiah

adilPendahuluan

Hak cipta atau copyrights adalah bagian dari hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau intellectual property rights, disamping hak patten, merek dagang dan berbagai HAKI lainnya yang belakangan muncul seperti hak atas desain dan layout sirkuit terpadu, hak atas varitas tanaman, hak atas produk unggulan dan lain sebagainya.

Hak cipta adalah hak yang diberikan kepada seseorang maupun kelompok orang untuk melindungi ciptaannya (karyanya). Hak cipta menekankan kepada perlindungan tentang ekspresi (bersifat materiil) dan bukan melindungi idea-nya (yang bersifat immateriil). Disinilah perbedaan mendasar antara hak cipta dengan hak paten yang sering membuat orang salah paham. Dalam paten perlindungan diberikan kepada hasil penemuan dan lebih menitik beratkan kepada ide dari penemuan itu sendiri. Dengan demikian hak paten berkebalikan dengan hak cipta, yaitu perlindungannya ditujukan kepada ide, bukan ekspresi.

Pertentangan antara ide dan ekspressi tersebut pernah muncul dalam kasus Goodyears v Silver Stone. Dua perusahaan ban mobil ini bersengketa mengenai hak cipta ban yang mereka buat. Hakim Abdul Malek dalam putusannya mengatakan bahwa : “ Di dalam hak cipta yang dilindungi adalah ekspressi, bukan ide”. Sehingga di dalam hak cipta tidaklah terlalu penting dari mana seseorang mendapatkan ide itu, bahkan ide itu bisa saja didapat dari orang atau pihak lain, Namun yang terpenting ekspressi, baik berupa barang, lagu, film dan lain sebagainya yang diciptakannya berbeda dengan barang atau film yang lain. Disinilah terbuka kemungkinan satu orang namun memiliki banyak hak cipta, seperti yang terjadi pada pencipta lagu misalnya.

Di Malaysia hak cipta diatur dalam Akta hak cipta tahun 1987 atau copyright act 1987. Dalam akta tersebut terdapat beberapa katagori hak cipta yang dilindungi, yaitu :

1. Literatur;

2. Karya Musik (musical work);

3. Karya Seni (Artistical work);

4. Film ;

5. Rekaman suara (sound recording); dan

6. Broadcasting.

Saat ini hak cipta dituntut bukan hanya dapat melindungi karya-karya cipta yang biasa, tetapi juga karya-karya cipta yang tersebar di dunia maya. Tulisan ini mencoba melihat seberapa jauh hak cipta di Malaysia dapat dilindungi oleh Akta hak cipta 1987 tersebut.

Katagori Hak cipta

Sebagaimana disebutkan diatas, terdapat enam katagori hak cipta sebagaimana disebutkan dalam pasal 7 Akta ini. Dalam katagori tersebut tercakup beberapa hal yang perlu didefinisikan lebih lanjut.

  1. Literatur/karya sastra. Yang termasuk dalam karya sastra sebabagimana dalam pasal 3 akta tersebut ialah :

(a) novel, cerita. buku, risalah, manuskrip. karya syair dan

penulisan lain;

(b) lakonan, drama, arahan pentas. senario filem, skrip siaran,

karya koreografi dan pantomim:

(c) treatis, sejarah, biografi, karangan dan artikel:

(d) ensiklopedia, kamus dan karya rujukan lain:

(e) surat, laporan dan memorandum:

(f) syarahan, ucapan, khutbah dan karya-karya lain yang sama

sifatnya:

(g) jadual atau penyusunan yang dinyatakan dalam

perkataan-perkataan, angka-angka atau simbol-simbol

(sama ada dalam bentuk yang boleh dilihat atau tidak); dan

(h) program komputer atau penyusunan program komputer;

Dari beberapa jenis karya sastra yang dilindungi oleh hak cipta, maka beberapa hal terkait dengan internet diantaranya novel, cerita, karya syair yang banyak dijumpai dalam web maupun blog-blog pribadi, begitupula dengan drama, film, skrip siaran dan beberapa katagori seperti ensiklopedi dan kamus. Ensiklopendi elektronik seperti wikipedia saat ini bahkan sangat populer digunakan.

Termasuk juga dalam karya sastra adalah program komputer. Program komputer ini mencakup juga penyusunan atau tata cara pembuatannya.

  1. Karya Musik. Yang termasuk dalam karya musik sebagaimana dalam pasal 3 termasuk aransmen musik dan jusik yang diubah, baik lirik, maupun aransmennya. Sehingga bukan hanya musik yang utuh yang dilindungi oleh hak cipta, tetapi bagian-bagian dari musik, seperti arransmennya saja juga turut dilindungi.
  2. Karya Seni didalamnya termasuk :

(a) lukisan-cat, lukisan, ecing, litograf, ukirkayu, ukir-pahat

dan cetakan dan apa-apa karya tiga dimensinya;

(b) peta, pelan, carta, rajah, ilustrasi, lakaran dan karyakarya

tiga dimensi berhubung dengan geografi, topografi,

senibina atau sains;

(c) karya seniukir;

(d) karya senibina dalam bentuk bangunan atau model;

(e) fotograf yang tidak terkandung dalam filem; dan

(f) karya pertukangan seni, termasuk tenunan halus

bergambar, kain bertekat dan barangbarang pertukangan

tangan dan seni perusahaan;

Dalam katagori ini peta dan petunjuk-petunjuk tentang suatu wilayah dapat dijumpai di Internet. Kemudian cetakan yang berbentuk tiga dimensi juga terdapat di internet, kendati bukan benda fisiknya, melainkan desainnya. Disinilah desain tentang integrated circuit atau circuit terpadu yang ada di internet juga turut dilindungi dan masuk dalam katagori ini.

  1. Broadcasting/Siaran ditafsirkan sebabagi suatu pemancaran bunyi atau gambar atau keduanya melalui werless untuk kepentingan publik atau orang ramai. Dari definisi tersebut, radio, televisi dan apapun namanya sepanjang menyiarkan suara, gambar atau keduanya akan dilindungi oleh hak cipta. Saat ini banyak sekali radio dan TV yang dapat diakses mellui internet secara langsung.
  2. Film ditafsirkan sangat tekhnis yaitu hsil produksi terkait dengn dua hal :

a). ditunjukkan dengan adanya gambar bergerak ;

b). direkamkan pada suatu benda, dan karean direkamkan pada benda tersebut dapat dilihat sebagaimana mestinya.

Dlam hak cipta yang dilindungi dalam film adalah seluruh bagian film, maupun bagian-bagain yang terkait dengan film seperti skenario, arransmen musik, dalam beberapa film juga terdapat koregrafi. Seluruh hal tersebut dilindungi dalam akta hak cipta ini.

Derivatif Action

Yang dimaksud dengan derivatif acction adalah tindakan untuk memindahkan (to derive) suatu karya cipta ke dalam bentuk yang baru. Ada dua macam tindakan derivatif yang dibenarkan berdasarkan Pasal 8 Akta hak cipta ini, yaitu :

  1. Terjemahan, susunan, penyesuaian dari karya sastera, musik atau seni ;
  2. Koleksi karya sastera musik atau seni yang karena penciptaannya dianggap bagian dari hak kekayaan intelektual. Dalam konteks yang kedua ini kumpulan cerita rakyat, kumpulan puisi dapat dilindungi berdasarkan hak cipta.

Hak Moral/Moral Rights

Moral rights atau hak moral adalah hak yang dimilki oleh pencipta yang telah mendapatkan hak cipta. Moral rights ini merupakan kewajiban bagi siapapun yang menggunakan ciptaannya. Dalam pasal 25 dan 25 A Akta hak cipta ini. Beberapa hal yang diatur diantaranya :

1. Meminta izin kepada si pemilik hak cipta, jika hendak menggunakan ciptaannya ;

2. Dalam konteks hak cipta itu hendak dipublikasikan, maka wajib mencantumkan atau menyebutkan nama penciptanya ;

3. Secara yuridis, pemegang hak cipta berhak memberikan penurunan hak kepada seseorang. Penurunan hak tersebut berakibat pada melekatnya hak-hak moral si pencipta pada orang dimaksud selepas ia meniinggal dunia

Pelanggaran terhadap hak Cipta

Dalam Akta hak cipta Malaysia disebutkan beberapa jenis pelanggaran terhadap hak cipta, yaitu :

1. Pelanggaran langsung, yaitu pelangaran yang sifatnya langsung menggunakan hak cipta tanpa seizin atau melanggar moral rights atas pemegang hak cipta. Pelanggaran langsung ini diatur dalam pasal 13 dan 36 Akta ini.

2. Pelanggaran tidak langsung sebagaimana diatur dalam asal 36 ayat 2 ialah pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang dengan cara mengekspor dan/atau mengimpor barang-barang yang melangar hak cipta;

3. Termasuk juga dalam pelanggaran hak cipta, yaitu orang yang terlibat dalam penyalahgunaan tekhnologi untuk maksud melanggar hak cipta. Pasal 36 (3);

4. Seseorang yang tanpa kewenangan merubah, menambah, merusak dan mendistribusikan informasi-informasi tertentu kepada publik melalui alat elektronik juga merupakan pelanggaran terhadap hak cipta.

Otentifikasi terhadap hak cipta

Dalam akta hak cipta Malaysia 1987 terdapat empat unsur setidaknya untuk membuktikan otentifikasi dari hak cipta ;

1. Originalitas

Setidaknya da dua cara yang dapat memastikan bahwa karya seseorang merupakan karya original yang ia miliki. Pertama dengan cara memastikan secara sunguh-sunguh bahwa karya cipta itu merupakan karya seseorang. Cara ini ditempuh dengan menelusuri sebuah karya tersebut terlebih dahulu. Keaslian tersebut terletak kepada ekspressi, bukan ide dari karya tersebut. Cara pertama ini dapat terlihat dalam kasus University of London Press v University of Tutorial Press. Hakim Jefferson mengatakan ;

“the word original does not in this connection means that the work must be an expression of original or inventive thought. Copyright act are not concerned with the originality of ideas, but with the expression of thought, and, in the case of literary work with the expression of thought in print or writing. The originality which is required relates to the expression of thought

Cara kedua untuk memastikan unsur originalitas adalah dengan cara melakukan test atas suatu pekerjaan, dan test tersebut menjadi dasar bagi pembuatan putusan di Pengadilan. Cara kedua ini lebih merupakan pada kewenangan hakim untuk menguji unsur originalitas. Hal ini dapat terlihat dari pendapat hakim dalam kasus Mc Milan v Cooper ; “copyright can subsist in a street directory since a reasonable amount of work involving judgement and selection has been used in making the compilation”.

2. Dalam bentuk Material

Dalam pasal 7 (3) Akta hak cipta disebutkan bahwa semua bentuk hak cipta harus dapat dilihat secara material. Hal ini berlaku bagi hak cipta asli, maupun hak cipta yang didapat dari adanya hak untuk melakukan derivatif acction.

3. Subjek hukum diakui oleh undang-undang

Ada empat subjek hukum yang diakui oleh akta ini, agar dapat dilindungi hak-haknya berdasarkan hukum tentang hak cipta di Malaysia :

a). Pemegang hak adalah warga negara Malaysia. Pasal 10 jo pasal 3;

b). Pemegang hak membuat karyanya di Malaysia;

c). Karya ciptanya dibuat berdasarkan keputusan dari Pemerintah Malaysia;

d). Karyanya dipublikasikan di malaysia;

e). Warganegara slah satu negara yang merupakan anggota dari negara-negara penandatangan perjanjian internasional tentang hak cipta.

Sebagai informasi tambahan, hak cipta di malaysia tidak memerlukan formalisasi atau registrasi. Hak tersebut secara otomatis akan diberikan kepada subjek hukum sebagaimana disebutkan diatas. (vide pasal 42 ayat (1)).

4. Hak ciptanya merupakan jenis-jenis karya yang dilindungi berdasarkan akta hak cipta malaysia. Ini berarti mengacu kepada katagorisasi yang termaktub dalam pasal 7 sebagaimana dibahas sebelumnya.

Beberapa permasalah hak cipta di Internet

Beberapa persoalan terkait hak cipta di dalam internet dapat diidentifikasi berdasarkan beberapa hal yang selama ini dikenal dalam dunia internet, yaitu ;

  1. E-mail

Potensi terjadinya pelanggaran terhadap hak cipta dalam e-mail adalah sangat terbukanya kemungkinan penggunaan e-mail yang tidak sesuai dengan identitas yang tertera pada e-mail tersebut. Selanjutnya pelanggaran tersebut juga sangat mungkin terjadi dalam penggunaan e-mail yang dilakukan oleh seseoang yang sesungguhnya tidak meiliki kewenangan, atau orang yang bukan merupakan si pemilik e-mail.

  1. Broad Bulletin

Broad bulletin akhir-akhir ini banyak sekali di dunia internet kita. Broad bulletin lazimnya dikenal dalam bentuk forum, maupun use net. Dalam konteks ini pelangaran hak cipta akan ditemukan dalam hal akan banyak sekali terjadi transaksi pengiriman berbagai informasi, baik berupa berita, karya ilmiah, musik, dan lain-lain. Pengiriman karya-karya tersebut sangat jarang memenuhi kewajiban tentang hak moral/moral rights dengan cara menyebutkan siapa yang membuat karya tersebut.

  1. Spydering

Spydering atau mata-mata dunia maya merupakan hal yang sangat berbahaya. Dalam sebuah terbitan disebutkan 9 dari 10 komputer yang pernah tersambung dengan jaringan internet berpotensi dihinggapi spy ini. Aktifitas spydering biasa dikenal dalam bentuk spyware, maupun adware. Aktifitas spydering ini menjadikan orang atau pihak yang memata-matai dapat melihat, menambah, bahkan merubah seluruh data yang ada pada komputer. Disinilah potensi pelanggaran hak cita tersebut.

  1. Perancangan (freaming) Web dan/atau Blog

Saat ini web dimiliki oleh peroranga, maupun istitusi. Dalam perancangan sebuat web atau blog biasanya seseorang tidak selalu melakukannya dengan menggunakan karyanya sendiri. Beberapa atau bahkan seluruh perancangan web atau blog bisa jadi diambil dengan cara mengcopy dari web atau blog lain atau situs tertentu. Peng-copy-an tersebut dilakukan tanpa izin dari si pembuat karya yang original.

  1. Linking

Semakin banyaknya jenis web atau sibut yang ada di internet, maka penggunaan linking (jaringan) tak dapat dihindari. Suatu blog misalnya memasukkan banyak sekali link ke beberapa web lain yang dapat diakses dari blog tersebut dengan cara melakukan click. Potensi pelanggaran hak cipta terjadi ketika semakin banyak orang mengakses isi web atau blog tertentu dari blog yang lain dan terjadi pelanggaran hak cipta, seperti melakukan copy tanpa izin, maka sesungguhnya si pemilik blog yang memberikan link ke pada publik internet tersebut telah melakukan pelanggaran tidak langsung, karena memfasilitasi terjadinya pelanggaran hak cipta sebagaimana diatur dalam pasal 36 ayat 2 akta ini.

Penutup

Akta hak cipta di Malaysia sejauh ini telah memberikan katagorisasi yang memungkinkan mengantisipasi adanya pelanggaran hak cipta, termasuk di internet. Namu demikian dunia internet sebagai namanya merupakan dunia maya, dimana pembuktian terhadap berbagai pelanggarannya merupakan hal yang sulit.

Sebagaimana disebutkan diatas terdapat beberapa potensi di Internet yang dapat membuka pelanggaran terhadap hak cipta, baik sebagai pelanggaran langsung (direct infringment), maupun sebagai pelanggaran tidak langsung (indirect infrigment).

M.Rifqinizamy Karsayuda, Mahasiswa Program Master of Laws UK Malaysia

Komentar
  1. suci mengatakan:

    undang-undang tentang penyalah gunaan dunia maya mana ………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s